Invasi Android tampaknya semakin gencar. Bukan lagi
hal baru, beragam perangkat membenamkan OS Android. Android memang
dipersiapkan sejak awal agar dapat fleksibel bekerja pada beragam jenis
hardware dan chip architectures sebanyak mungkin.
Meski fleksibel namun bukan berarti Android tidak perlu mengubah
interface. UI Android tidak bisa sembarangan diletakkan di semua
perangkat.
Setiap kategori perangkat, baik itu TV hingga smartwatch harus
memiliki interface sendiri yang dioptimalkan. Sementara, core Android
masih bisa dibenamkan ke banyak perangkat.
Kini, setelah Android memasuki ranah smartphone, tablet dan TV hingga
jam pintar, tampaknya akan segera terlihat tren terbaru, kamera digital
dengan sentuhan Android.
Samsung, salah satu produsen ternama asal Korea, saat ini tengah
"menggodok" sebuah kamera digital dengan mainstream Android. Kamera
digital ini tengah dalam tahap penelitian oleh tim Samsung R&D, dan
menurut rencana akan diluncurkan tahun ini.
Hal ini tentu bisa menjadi ancaman serius bagi produsen kamera.
Mereka harus menciptakan fungsi yang sama seperti smartphone, lengkap
dengan software, namun dengan kualitas gambar yang jauh lebih tinggi.
Samsung sendiri memiliki pengalaman dengan OS Google. Kemungkinannya
akan memiliki tiruan "Open OS" yang dipadukan dalam Sammy HQ. Lalu, apa
manfaat OS Android ini bagi pengguna kamera digital?
Ini merupakan sebuah terobosan cerdas bagi pihak developer ketiga.
Gambar yang diperoleh melalui kamera digital dapat langsung
dipublikasikan dengan memanfaatkan aplikasi Facebook dan Twitter. Hm,
kita tunggu saja kehadirannya.